Senin, 13 Juni 2016
KIRANANYA HATI
KIRANANYA HATI
Purnama di pelataran jiwa
Sang Kamilah terang tak berhijab
nyata di pelupuk pandang
noktah noktah jamala terpapar
dari laksaan pesona takjub
tahayyur penuh keajaiban
oh Sang Asyadduhum Tahayyaron
kusaksikan Wajahmu dalam jalalah
ahsan dalam keindahan parama
terpukau aku dalam masgul
Sang Dithapun telah lenyap
sarwapun tak kulihat lagi
hanya KeagunganMu terlukis
shuratan keelokanMu tak terpungkiri
para malak dari jutaan cahaya
tak berbeda dan tak menyambung
tak bersatu namun tak dapat dipisahkan
kerlip dari binar yang tak terhingga
dari segala bahasa yang berpadu
suara suara kejujuran mengumandang
laduneapun bermunajad dengan isyarahnya
namun pekak telinga tak dapat mendengarnya
gaung gaung nyata terus bercerita
tentang mistry sahasa yang bermakna
semestapun tunduk dengan rotasinya
rahasia mukawwanah dengan autadnya
prana prana tak henti mengalir
berkisah dengan gelombangnya
Sang Ladunea mengambang tak terpungut
karena kejahilan yang melata
berlalu dalam dahry tak terbaca
tak tersebut oleh tertutupnya makrifah
sabda alam tak pernah sirna
beralun dengan bashirahnya
berlantun dengan muhatthabnya
Oh telah berlalu tanpa tereja
terlupakan begitu saja
tirai kasyafpun terlalu tebal
oleh debu debu keinginan
julang hasrat yang melampau
Sangkala tak pernah menyesal
hanya kerugian yang menjala
Sang Haqiqi sangatlah bendrang
tak memerlukan dalil dan burhan
Dan Semua telah terlewat karena kelalaian
hanya Kirananya hati yang tak pudar
yang telah terlepas dari qolabnya
wuqub yang tak goyah
jauh dari ego yang pluralistik
sepi segala pamrih yang menjala
hanya iradahnya yang menggulir
Dhalupun kan berganti Sang Kirana Makrifah
Jumat, 10 Juni 2016
JAZBATUL HAQ DAPAT MEMPERTAJAM INTUISI
JAZBATUL HAQ DAPAT MEMPERTAJAM INTUISI
Tumbuhnya Jazbatul Haq atau daya tarik haq yang menimbulkan getaran pada tubuh manusia ,seperti yang disebut dalam kitab Darun Nafis Syeikh Al Banjari "{.JAZABATUN MIN JAZABTATUL HAQ .LA TUWAZIY AMALAS STAQOLIN }",Sebuah daya tarik dan dari beberapa daya tarik haq,tidak dapat disamakan dengan amalan bangsa jin dan manusia yang berat berat.
Jazbatul Haq atau Daya Tarik Haq tersebut merupakan fitrah manusia,yang menurut Syeikh Al Jauhari mengatakan." Orang orang yang dialiri oleh daya tarik haq disebut orang " MAJZUB atau MAJZUBIEN ",orang orang majzub tersebut ibarat sepotong jarum yang didekatkan oleh magnit,maka tubuhnya bergetar.
Menurut Ibnu Atha'illah Al Askandariy,orang orang majzub yang mendapatkan makrifat laduniyah,Makrifat Laduniyah adalah Makrifat Orang Majzub,yang mendapatkan ilmu dengan ilham atau intuisi yang bukan berasal dari keinginan/hawa nafsu.
Intuisi, atau yang dalam istilah teknisnya disebut hads merupakan pemahaman yang diperoleh secara langsung, tanpa perantara, tanpa rentetan dalil dan susunan kata, serta tanpa melalui langkah-langkah logika satu demi satu. Ia semata-mata laduniyah dengan refleksinya sebagai karunia-Nya kepada manusia.
Artinya, ilmu ini diperoleh dari peng-ilham-an yang disebut dengan ilmu ladunni, yakni ilmu yang di dalam memperolehnya, tidak ada perantara yang menghubungkan antara jiwa dan Pencipta. Ia adalah aliran cahaya ilham yang terjadi setelah jiwa mengalami penyempurnaan (taswiyyah).
Oleh sebab itu, seseorang yang sampai pada martabat ilmu ladunni ini tidak memerlukan banyak belajar dan menderita kelelahan dalam proses pembelajaran. Ia diterima melalui pandangan batinnya atau rasa ruhaninya, yakni dzauq yang dialaminya secara langsung akibat penyingkapan hijab yang menyelubungi alam hakiki kandungan ilmu, yakni kasyf .
Dengan kata lain, dzauqlah yang menerima ilham . Ia berperan sebagai daya tangkap yang sekaligus merasakan kehadiran yang ditangkap. Ia berhubungan dengan qalb, sebab qalb selain sebagai esensi, juga sebagai salah satu alat dalam jiwa manusia yang berfungsi untuk memperoleh ilmu.
Selain itu, intuisi atau hads juga merupakan pemahaman langsung akan kebenaran-kebenaran agama, realitas dan eksistensi Tuhan. Bahkan dalam tingkatannya yang lebih tinggi, intuisi adalah intuisi terhadap eksistensi itu sendiri.
Dengan kata lain, ketika dengan intuisi yang lebih tinggi orang menemukan wujudnya suatu realitas, “penemuan” eksistensi realitas inilah yang disebut wijdan.
Berkenaan dengan intuisi pada tingkat-tingkat kebenaran yang lebih tinggi, intuisi tidak datang pada sembarang orang, tetapi datang pada orang yang telah mempersiapkan diri untuk itu. Ia datang pada orang yang merenungkan hakekat realitas ini.
Pemahaman langsung dan seketika yang disebutkan di atas terjadi ketika ia berada dalam keadaan tanpa keinginan,dan kemauan yang kuat, yaitu ketika ia memperoleh kediriannya yang lebih tinggi pada haqiqinya.
Dalam kajian epistemologi , intuisi menjadi salah satu sumber ilmu dan kebenaran sebagaimana halnya rasio dan empiris. Bahkan intuisi ini lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu yang notabene diperoleh melalui proses penalaran dan penginderaan.
Kebenaran yang dicapai melalui intuisi metodenya memang tidak bisa dibuktikan secara rasional maupun empiris. Akan tetapi, hasil dari kebenaran intuisi tersebut dapat dibuktikan secara rasional sekaligus empiris. Artinya, banyak orang yang memperoleh pengetahuan yang mendalam secara intuitif yang kemudian terbukti benar.
Oleh karena itu, Bergson mengatakan bahwa intuisi sebenarnya bersifat intelektual dan sekaligus supra-intelektual, dimana pengetahuan supra-intelektual tersebut akan dapat mencapai pengetahuan dan kesadaran diri pada hal-hal yang paling vital, elan vital. Sementara bagi Nietzsche intuisi merupakan inteligensi yang paling tinggi, dan bagi Maslow intuisi merupakan pengalaman puncak (peak experience).
Intuisi berguna di semua kehidupan manusia apapun profesinya termasuk dalam pengambilan keputusan bisnis.Albert Einstein sering berkata bahwa teori relativitasnya muncul lebih karena pikiran yang berkelebat, bukan karena pola pikir logis yang disajikan oleh para peneliti di laboratorium yang berorientasi pada data. Tentu saja teori itu lalu dimatangkan oleh berbagai studi dan peremungan. Tapi seperti yang dikatakannya kemudian, "Faktor yang paling menentukan di sini adalah intuisi."
Intuisi agak sukar didefinisikan. Ada sementara orang menyebutnya sebagai "feeling", perkiraan, spekulasi, imajinasi atau kreativitas. Tapi intuisi juga janganlah dikacaukan dengan pengertian impulsif. Yang terakhir ini acapkali merupakan suatu usaha yang tergopoh-gopoh dalam membuat pertimbangan, dan seringkali didasari oleh kemalasan atau keinginan untuk menghindari fakta. Intuisi selalu menyambut baik setiap data yang datang, kendati pun ia menolak untuk hanya dibatasi oleh data. Einstein, misalnya, mendapat gagasan berdasarkan intuisi. Tetapi ia tetap berusaha melakukan serangkaian uji-coba dan eksperimen untuk mengukur kebenaran gagasannya itu.
Suatu penelitian terhadap otak memperlihatkan bahwa belahan otak kiri merupakan tempat dari proses logika, keteraturan, rasional dan verbal. Sedangkan belahan otak kanan merupakan tempat dari proses intuisi, imajinasi, artisitik dan kreatif. Terlepas dari segala perhatian yang diberikan terhadap pentingnya "rasionalitas" dalam wacanan manajemen, suatu penelitian yang dilakukan oleh Harry Mintzberg dari McGill University memperlihatkan bahwa para pemimpin perusahaan yang unggul dalam mengambil keputusan biasanya menggunakan belahan kanan otaknya , sisi intuisi sebanyak 80%.
Sejumlah pemimpin puncak perusahaan mengatakan pada kami bahwa mereka mengandalkan intuisi terutama dalam mempekerjakan, menempatkan dan mempromosikan orang. Sebagian lain mengatakan, mereka mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan tentang produk, terutama bagi mereka yang bergerak di bidang industri mode dan hiburan. Tetapi di pihak lain, presiden merangkap direktur pelaksana Agva-Gevaert mengingatkan intuisi itu harus dikendalikan. "Tampaknya intuisi lebih bisa diandalkan sebagai suatu alarm atau sistem peringatan – daripada sebagai pemicu untuk melakukan tindakan," demikian katanya.
Intuisi sebenarnya ada pada tiap manusia. Hanya sayangnya kemampuan ini akan memudar tatkala mereka beranjak dewasa, kecuali di stimulasi dengan cara khusus. Salah satunya, Intuisi bisa diaktifkan kembali dengan salah satu methode yang dikembangkan oleh MPSSGI yaitu dengan latihan latihan tertentu untuk membangkitkan Natural Magnetik Energi Tubuh,jika hal ini sudah tumbuh kuat pada tubuh manusia maka kecerdasan intuisi tersebut menjadi lebih tajam ,dan refleksinya cepat dan seketika.
BANGKITNYA NATURAL MAGNETIK ENERGI SEBAGAI PENYEIMBANG INTLEKTUAN DAN INTUISI
BANGKITNYA NATURAL MAGNETIK ENERGI
SEBAGAI PENYEIMBANG INTELEKTUAL DAN INTUISI
Bangkitnya Natural Magnetik Energi yang bergerak,bergetar dan bergelombang pada tubuh kita,adalah merupakan sebuah kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, ketenangan pikiran, kecerdasan intelektual, dan ketajaman intuisi.
Kegiatan spiritual yang dimaksudkan disini adalah suatu kegiatan mental dan fisik yang melibatkan teknik tehnik Wuqub Qolby yaitu pemberhentian pikiran ,perasaan,kemauan yang berbolak balik dalam jiwa, jika dilakukan secara teratur dan terus menerus akan menyebabkan kondisi tubuh, pikiran, dan emosi berada dalam kondisi yang terkendali dengan baik.
Dengan selalu berlatih akan mempersiapkan akal pikiran perasaan gerak tubuh kita didalam menghadapi kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa ketika kita menjalani aktifitas kehidupan sehari-hari seperti:
- Meningkatkan kesabaran [tidak mudah marah].
- Meningkatkan sifat kejujuran.
- Meningkatkan rasa adil dan bijaksana.
- Meningkatkan rasa welas asih.
- Meningkatkan keseimbangan tubuh.
- Meningkatkan konsentrasi dan kesadaran diri.
Diharapkan dengan berlatih ini kita akan mampu menggapai rasa yaitu Ketenangan, Ketenteraman ,Kesabaran, didalam menjalani kehidupan yang penuh dengan ujian dan cobaanya.Manfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan berlatih setiap hari dan setiap saat dapatlah dijadikan modal untuk melakukan identifikasi, analisa serta menjadikan solusi atas berbagai masalah yang muncul ketika kita menjalani kehidupan didunia ini, yaitu :
- Masalah Kesehatan
- Masalah Keuangan
- Masalah Karir
- Masalah keluarga
Manfaat lain dari bangkitnya Natural Magnetik Energi Tubuh ini adalah untuk menjaga tubuh agar tetap memiliki fitalitas dalam menjalakankan kehidupan, mulai dari sel-sel yang terkecil, organ-organ tubuh, anggota tubuh serta seluruh tubuh.Seluruh tubuh akan memiliki refleksi dengan keseimbangan intelektual dan intuisi karena setiap tarikan nafas dan denyut nadi memiliki kekuatan gelombang yang menembus dunia idealis dan matrialis.dan kekuatan itu menyebarkan keseluruh tubuh atau keseluruh sel-sel yang ada dalam tubuh manusia.
Jadi setiap sel diseluruh tubuh manusia dari sel yang terkecil, pada saat melakukan fungsi sel atau metabolismenya sudah memiliki kekuatan Natural Magnetik Energi dengan gerak,getaran gelombangnya mampu menyeimbangkan kekuatan intelektual dan intuisi yang secara dinamika menuju kearah kesempurnaan.
Kamis, 09 Juni 2016
PENGALAMAN PRIBADI PEMBINA UTAMA MPSSGI TENTANG JAZBAH
PENGALAMAN PRIBADI PEMBINA UTAMA MPSSGI TENTANG JAZBAH
Dari pengalaman pribadi yang terjadi pada diri saya,ketika itu saya masih berumur 13 tahun,masih duduk di bangku SMPN 1 Narmada,jizby/jazbah/getaran daya tarik itu tumbuh tiba tiba pada tubuh tanpa saya sadari apa yang menyebabkannya dan dari mana asal muasalnya.
Jizby itu tumbuh bukan karena ilmu pengetahuan atau pengenalan,dan jazbah tersebut bukan tumbuh karena amalan-amalan doa,zikir.hizib atau riyadah,karena pada saat jazbah itu tumbuh pada tubuh saya,saya masih buta tentang ilmu dan pengetahuan,dan tidak mengerti tentang kaifiat doa,zikir,hizib dan riyadah.
Ketika itu juga saya belum mengerti dan belum paham tentang jazbah itu sendiri,saya belum mengerti tentang ilmu haqiqat atau makrifat,dibenak saya tidak pernah berfikir tentang ilmu ataupun pengetahuan tentang sesuatu yang berhubungan dengan jazbah tersebut.
Jizby itu tumbuh pada tubuh saya bukan karena kerajinan saya membaca doa atau zikir,karena pada saat itu saya belum mengerti tentang doa doa,belum tahu tentang riyadah,zikir,munajad maupun halwat,membaca al Qur'anpun saya masih mengeja.Jazbah itu tumbuh pada tubuh saya bukan karena semua yang tersebut di atas,jazbah tersebut tumbuh dengan sendirinya,dengan refleksi dan fitrahnya.
Seiring dengan tumbuh jazbah pada tubuh saya,yang menyebabkan saya bisa menulis sesuatu dengan refleksi,membaca al Qur'an dengan refleksinya dan sekali gus memahami apa yang di baca dengan refleksinya,dan banyak hal hal yang rasakan aneh pada tubuh saya pada saat itu.seperti ,jika memegang seseorang bisa sembuh,dengan secara tidak sadar melihat soal soal ulangan dan ujian.
Seperti itulah kejadiannya dari asal mulanya tumbuhnya jazbah pada tubuh saya,semua terjadi seperti mimpi yang nyata.Rasa penasaranpun terus menggumul benak,sehingga rasa keingin tahuan tersebut membuat saya bertanya kepada orang yang dianggap bisa menjelaskan tentang apa yang terjadi pada tubuh saya.
Maka sejak saat itu saya rajin menuntut ilmu kepada banyak Ustadz,Kiyai,dan Tuan Guru,dan dari sanalah titik terang tentang apa yang terjadi pada tubuh saya.Dengan membaca bebepara leteratur seperti kitab kitab yang diberikan oleh para guru,maka semakin jelas tentang apa yang terjadi pada diri saya.
Keyakinan tentang apa yang ada pada tubuh saya semakin kuat karena wejangan wejangan,petuah petuah,bimbingan dan petunjuk guru guru yang pernah membimbing saya,sehingga saya dapat mengerti dan mengenal apa yang ada pada tubuh saya ini.Demikianlah ulasan singkat ini semoga ada mamfaatnya,
Selasa, 07 Juni 2016
MAKRIFAT BAGI ORANG MAJZUB
MAKRIFAT BAGI ORANG MAJZUB
Tidak sama dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh secara biasa (Ma’rifat talimiyat), ilmu laduni bersifat tetap dan tidak dapat hilang atau terlupakan. Seseorang yang telah dianugrahi ilmu laduni disebut dengan ‘alim sejati’ (alim yang sebenarnya). Sebaliknya, seseorang yang tidak memperoleh dari ilmu laduni, belum bisa disebut sebagai alim sejati.
Hal ini dinyatakan oleh Abu Yazid al Bistami bahwa
“Tidaklah disebut sebagai alim (ma’rifat al-mazjub) jika seseorang masih memeproleh ilmunya dari hapalan-hapalan kitab, karena seseorang yang memperoleh ilmunya dari hapalan, pasti akan mudah melupakan ilmunya. Dan apabila ia lupa, maka bodohlah ia”
Seorang yang ‘alim (ma’rifat laduniyah) adalah orang yang memeproleh ilmunya langsung dari Allah menurut waktu yang dikehendaki-Nya, dengan tidak melalui hapalan dan pelajaran. Orang seperti ini pula menurut Muhammad Nafis disebut sebagai ‘alim ar-Rabani -orang yang berpengetahuan ketuhanan-.
Seperti yang disebutkan dalam Kitab Al Hikam Ibnu Atha'illah Al Askandary
Ma’rifat laduniyah juga dapat disebut Ma’rifat orang Majzub( orang yang dialiri oleh getaran daya tarik haq) juga dapat disebut ‘alim ar-Rabani yaitu orang yang langsung dibukakan oleh Tuhan untuk mengenal kepada-Nya. Jalannya langsung dari atas dengan menyaksikan Dzat yang Suci, kemudian turun dengan melihat sifat-sifat-Nya, kemudian kemudian kembali bergantung kepada nama-nama-Nya,kemudian turun kepada yang mengenal af'alNya.
Disebutkan pula dalam Kitab Al Hikam Ibnu Atha'illah Al Askandary." Bi arbabul jizby wayangkasyifulahu kamiluz zatihi " yaitu orang orang yang dialiri daya tarik haq tersebut yang pertama mengenal kesempurnaan zatnya.
Tingkatan oerang majzub atau orang yang dialiri oleh getaran daya tarik haq ,disebutkan dalam Kitab Al Hikam Ibnu Atha'illah Al Askandary " Bahwa puncak orang salik adalah awal permulaan orang majzub,orang salik menuntut dan mencari dari bawah ke atas,namun orang majzub menurun dari mengenal kesempurnaan zat,kepada mengenal sifat-sifat,mengenal asma'-asma',dan kepada af'alNya.
Tinjaun secara ilmiah
Sulthan adalah sebuah kekuatan atau energi yang terdapat pada semesta ini, Syarikul Autad adalah kumpulan kekuatan kekuatan yang merupakan pusat energi atau dapat dikatakan inti zat yang selalu dikejar oleh ion ionnya sehingga menimbulkan gerak getaran gelombang yang terus menerus di alam ini dan terjadi senyawa senyawa baru dari ion ion yang melepaskan diri dengan ledakan ledakannya.
Jizbatul Haqqul Karomah adalah kekuatan daya tarik atau magnit kebenaran dari kemuliannya.atau dapat dikatakan daya tarik positip yang menjadi aura pada sebuah kekuatan.
Sulthan Syarikul Autad Jizbatul Haqqul Karomah,merupakan kekuatan daya tarik haq adalah fitrah yang meliputi fartikel zat semesta.yang merupakan potensi yang terdapat pada diri manusia.
Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ( MPSSGI ) adalah sebuah wadah sebagai tempat latihan untuk menumbuhkanan,pengembangan potensi jizby atau daya tarik yang nerupakan natural magnetik yang terdapat pada tubuh manusia.Apabila Jizby/jazbah atau daya tarik ini tumbuh kuat pada tubuh,maka tubuh akan bergetar.
Di dalam Kitab Darun Nafis Syeikh Al Banjari disebutkan ," Sebuah Daya Tarik,dan dari beberapa Daya Tarik Haq,tidak dapat disamakan dengan segala amalan bangsa jin dan manusia yang berat berat ",hal ini menjelaskan perbandingan kekuatan antara Jazbah/Daya Tarik Haq dan amalan.Dari satu biji zarah Daya Tarik Haq kadarnya lebih kuat dari segala amalan bangsa jin dan manusia yang staqoliyn yaitu amalan bangsa jin dan manusia yang berat berat.
Seperti kata Syeikh Al Jauhari orang orang yang dialiri oleh jizby atau daya tarik ini,maka tubuhnya akan bergetar,ibarat sepotong jarum yang didekatkan dengan magnit,Apabila potensi jazbah ini sudah tumbuh kuat pada diri manusia,dengan latihan latihan tertentu yang dikembangkan oeh Maspanji Sangaji Samaguna Indonesia ,maka jizby tersebut dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan yang bersifat dzohir maupun bathin.
BERITAMU MENEMBUS RUANG DAN WAKTU
BERITAMU MENEMBUS RUANG DAN WAKTU
pranaditha melepah tak terbatas
dari syarikahnya menjadi sebuah inti
gerakan arus dari ion ion yang berputar
bergetar dengan rambatan gelombangnya
ledakan ledakan bertubi qodratnya
tak terhingga senyawa senyawa merayap
membentuk konsfigurasi serasi
keseimbangan semesta dengan ekosistemnya
meruah sarwa,menghampar tak bertepi
prana prana berputar pada materinya
gerak getaran gelombang meruah
bahana desing dengan sengau desahnya
berceloteh dengan bahasa mistery
di gurat halinlintar kau menulis
di gemuruh rawasia kau bercerita
di pecahan riak kau berceloteh
badaipun tak letih bercanda
berkata dengan bahasamu
sandikalapun terus bertutur
tentang keagungan sahasa
kekuatanpun berpacu dari laksaan autad
mengibas perikan percikan berita
cerita yang sering terlewati
kisah yang terabaikan
tentang sejarah alam yang penuh rahasia
yang terus bergaung tak henti
bertutur dengan dengan bahasa dengung
berhikayat dengan nada riung
roh semestapun berujar lantang
namun yang mengerti akan tersenyum
kisah ini telah belangsung tak berpigura
semua telah diikrarkan
paparan demi paparan yang nyata
hanya segelintir yang mendengarnya
dan sang jagat tak perduli
terus bercerita,walau tak ada yang menyimak
berkata lantang tentang rahasianya
meski tak ada yang menggubrisnya
oh Sang Ditha kau telah membuka suhufmu
tentang masa yang telah berlalu
lembaran lembaran realita masa kini
sejarahmu di masa depan
menembus ruang dan waktu
hanya yang mengenal yang dapat memahaminya
Senin, 06 Juni 2016
MAKRIFAT LADUNIYAH
MAKRIFAT LADUNIYAH
Ma’rifat laduniyah yaitu Ma’rifat yang langsung dibukakan oleh Tuhan dengan keadaan kasf, mengenal kepada-Nya. Jalannya langsung dari atas dengan menyaksikan Dzat yang Suci, kemudian turun dengan melihat sifat-sifat-Nya, kemudian kemudian kembali bergantung kepada nama-nama-Nya.
Ibnu ‘Atha’illah Al Askandary memberikan istilah lain terhadap Ma’rifat laduniyah dengan sebutan Ma’rifat orang majzub. Ma’rifat orang majzub yang diungkapkan oleh Ibnu ‘Atha’illah merupakan sebuah daya tarik haq yang seketika tanpa perantara.Menurut Syeh Al Jauhari Orang Majzub itu adalah orang mendapatkan daya tarik haq,ibarat sepotong jarum yang didekatkan dengan magnit maka tubuhnya bergetar.
Lebih jauh, kalangan sufi tersebut menyatakan bahwa orang yang telah mengenal Allah, juga akan dianugrahi Ilmu laduni. Ilmu laduni merupakan ilmu yang di ilhamkan oleh Allah Swt. Kepada hati hamba-Nya tanpa melalui suatu perantara (wasitaha), sebagaimana perantara yang pada umumnya dibuat untuk memeperoleh ilmu pengetahuan.
Tidak sama dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh secara biasa (Ma’rifat talimiyat), ilmu laduni bersifat tetap dan tidak dapat hilang atau terlupakan. Seseorang yang telah dianugrahi ilmu laduni disebut dengan ‘alim sejati’ (alim yang sebenarnya). Sebaliknya, seseorang yang tidak memperoleh dari ilmu laduni, belum bisa disebut sebagai alim sejati. Hal ini dinyatakan oleh Abu Yazid al Bistami bahwa
“Tidaklah disebut sebagai alim (ma’rifat al-majzubien yaitu orang orang yang mendapatkan daya tari haq) jika seseorang masih memeproleh ilmunya dari hapalan-hapalan kitab, karena seseorang yang memperoleh ilmunya dari hapalan, pasti akan mudah melupakan ilmunya. Dan apabila ia lupa, maka bodohlah ia”
Seorang yang ‘alim (ma’rifat laduniyah) adalah orang yang memeproleh ilmunya langsung dari Allah menurut waktu yang dikehendaki-Nya, dengan tidak melalui hapalan dan pelajaran. Orang seperti ini pula menurut Muhammad Nafis disebut sebagai ‘alim ar-Rabani -orang yang berpengetahuan ketuhanan-.
Dengan demikian Ma’rifat laduniyah juga dapat disebut Ma’rifat orang Majzub ( orang orang yang dialiri oleh getaran daya tarik haq ) juga dapat disebut ‘alim ar-Rabani yaitu orang yang langsung dibukakan oleh Tuhan untuk mengenal kepada-Nya. Jalannya langsung dari atas dengan menyaksikan Dzat yang Suci, kemudian turun dengan melihat sifat-sifat-Nya, kemudian kemudian kembali bergantung kepada nama-nama-Nya.
Firman Allah dalam al-Qur’an :
اتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَاوَعَلَمْنَاهُ مِنْ لَدُنّاَعِلْمًا الكهف
Artinya : “…yang telah berikan padanya rakmat dari sisi kami, dan yang telah kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi kami” (al-Kahfi : 65).
Ma’rifat laduniyah tidak jauh bedanya dengan ‘alim Rabbani yang berbeda dengan Ilmu yang dipelajari para Ilmuwan, dalam istilah al-Ghazali disebut dengan Ilmu ta’limiyat. Namun, keduanya tetap berhubungan. Hubungan antara keduanya, menurut al-Ghazali laksana naskah asli dengan duplikatnya. Hal ini mirip dengan teori plato bahwa Ilmu yang ada di alam ide itu lebih murni dari pada ilmu yang telah digelar di alam raya, namun kedunya persis sama, seperti halnya naskah asli dengan duplikatnya atau fotokopinya.
Ilmu laduniyah, ‘alim Ar-Rabani, ‘alim sejati, dan Ma’rifat orang majzub yaitu orang orang yang dialiri oleh getaran daya tarik haq, dapat dicapai dalam keadaan tiba tiba terbuka hijab tanpa hawa nafsu ,keinginan,kemauan dan tanpa kepandaian atau Kasyf, sedang ilmu ta’limyah hanya dapat dipelajari oleh para ilmuwan setapak demi setapak dengan susah payah. Oleh karena itu, para sufi tidak tertelan belajar melalui pengkajian buku-buku atau penelitian secara radikal terhadap kenyataan alamiyah seperti halnya ilmuwan. Para sufi menginginkan jalan pintas untuk memperoleh sumber asli dari segala ilmu yang tersurat di lauh mahfudz.
Kasf dan Zauq itu berada dalam kondisi Ma’rifat, karena Ma’rifat memiliki hubungan yang erat dengan musyahadah dan mukasyafah. Ma’rifat itu sendiri merupakan ajaran Tasawuf, yang pada garis besarnya merupakan ajaran kesucian jiwa, yaitu semata-mata untuk memasuki hadharah al-qudsiyah (hadirat kesucian) atau hadharah Rububiyah (hadirat ketuhanan), akan tetapi dalam hal ini, Ma’rifat lebih signifikan karena keberadaan musyahadah dan mukasyafah bergantung pada Ma’rifat dan dengan Ma’rifat pula, ilmu laduni ikut menyertainya.
Dalam hal ini Ibnu ‘Atha’illah mengemukakan hikmahnya sebagai berikut :
اَشْهَدَكَ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَسْتَشْهَدَكَ فَنَطَقَتْ بِإِلَهِيَّتِهِ الّظَوَهِرُوَتَحَقَّقَتْ بِأَحَدِيـــَّــتِهِ الْقُلُوْبُ وَالسَّرَاِئرِ
Artinya : “Allah memperlihatkan Dzat-Nya kepadamu sebelum Dia menuntut kepadamu harus mengeakui keberasan-Nya. Maka anggota lahir mengucapkan (mengakui) sifat ke-Tuhanan-Nya dan hati menyatakan dengan sifat-sifat ke Easaan-Nya.
PERBEDAAN SULUK DAN JAZBAH
PERBEDAAN JAZBAH DAN SULUK
Para Masyaikh Naqsabandiyah mengatakan bahwa:
Meneruskan Zikir Ismu Zat akan menghasilkan Jazbah,Jazbah adalah daya tarikan daripada Allah dengan cepat,Zikir Nafi Itsbat akan menghasilkan perjalanan Suluk dengan cepat.Seseorang yang telah mendapatkan Jazbah/daya tarik oleh Allah swt dengan ciri cirinya seluruh tubuhnya bergetar ,digelarkan sebagai Mazjub Salik/majzubien ketika seseorangyang menempuh Suluk dengan Taufiq Allah swt,orang tersebut dipanggil sebagai Salik Mazjub.
PERBEDAAN ANTARA SALIK DAN MAJZUB
Ada perbedaan yang jelas antara Salik Mazjub dan Majzub Salik.Seorang Salik Mazjub telah melalui berbagai peringkat keruhaniandan mengetahui tentang seluk-beluk dalam perjalanan keruhanian.
Seorang Mazjub Salik adalah seperti seorang yang telah dibawa kekuatan daya tarik zatnya di dalam sebuah kekuatan daya tarik tanpa usahanya sendiridan tanpa hawa nafsu,pemikirin, keinginan dan kepandaian,hanya dengan daya tarikan zat atau Jazbah/jizby yang bergetar dengan gerak gelombang haq ,mereka mengenal segala rahasia ilahi semata mata karena jazbah/jizby,Jazbah akan bergerak dengan getaran refleksi zatnya.
Dalam Suluk, seseorang Salik menempuh perjalanan keruhanian dengan usaha dan amalannya,tetapi dalam Jazbah, segala peningkatan keruhanian adalah sematamata limpahan karunia dari Allah swt.Selagi tidak ada Jazbah/ daya tarikan zatnya,maka seseorang itu tidak akan dapat mencapai darjat WilayatYaitu derajat Kewalian dari sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala
PENDAPAT SYEIKH AHMAD AL FATANI TENTANG MAJZUB
Berkata Syeikh Ahmad al-Fatani r.a;
Orang majzub adalah orang yang ditarik oleh kekuatan daya tarik Allah Taala
ciri ciri majzub itu nyata,adalah seluruh tubuh bergetar dengan jizbynya atau grafitasi haq.
Diri ditarik bagai tarikan magnit kepada beberapa hal hal yang mulia dan kepada beberapa maqam yang tinggi dalam ilmu .daya tarik haq yang menarik dengan tempo yang singkat.Tarikan tersebut tanpa menggunakan kemauan ,pikiran dan kepandaian.
Orang ini dapat sampai kepada segala hal dan dapat mengenal segala maqam dalam masa yang singkat. seperti orang menaiki keretapi express dalam tempo 30 hari untuk perjalanan dapat dicapai dengan 3 hari saja Itulah perbandingan orang Majzub dan orang salik,
Kekuatan getaran daya tarik haqq itu berlaku pada orang orang rabbany yaitu mereka yang sudah tertarik oleh kekuatan atau Sulthan Syarikul Autadil Haq,ibarat sepotong jarum yang ditarik oleh magnit,sehingga seluruh tubuhnya bergetar.
Orang yang telah menafikan/meniadakan sifat sifat dirinya,dan sifat sifat kekuatan getaran haq menjadi gerak getaran gelombangnya pada dirinya,sehingga mereka tak memiliki daya kekuatan kecuali kekuatan jizbatul haq/kekuatan daya tarik haq.
Orang tertarik oleh kekuatan jazbah kepada sifat sifat Rabbaniyah, mereka dapat melihat rahasia rahasia asyiak disisi asyiak.
Segalanya terbuka baginya,semata mata dengan autadillah tiada daya dan upaya pada dirinya,tiadalah kekuatan dirinya ,fana'lah segala kekuatan dirinya yang ada dan nyata hanyalah sulthonulloh dalam gerak getaran gelombang haq,yaitu kekuatan haq yang menarik dengan daya tariknya jazbatul haqqul karomah,atau kekuatan kekuatan daya tarik kemuliannya .kekuatan itulah yang menarik dengan kekuatan zat,sifat,asma' dan af'alnya
Minggu, 05 Juni 2016
KETIDAK TAHUANKU YANG TAHU
KETIDAK TAHUANKU YANG TAHU
Andaikan aku dapat mengatakannya padamu
pasti akan kuceritakan dengan lisanku
kan kuucapkan dengan kefasihan lidahku
namun leher terasa kecekak
tenggorokan terasa seakan terkatup
bibir tak mampu berucap
lidahpun menjadi kelu
sebuah mistry yang tak mungkin kuutarakan
kecuali,bila kau mengenalnya
kaupun akan paham sendiri
kaupun tak akan mampu mengungkapnya
sungguh sebuah rahasia yang tersimpan
terbetik nyatatanpa tedeng aling
jelas tanpa penghalang
sangat terang ,namun tak terlihat
pemikiran tak mampu menganalisa
hati tak dapat menjangkaunya
logikapun tersandung oleh keyakinan
hingga yang bendrang menjadi samar
saat ini hanya aku terpukau sendiri
karena hal itu tak terbaca oleh pengetahuan
akupun merasa bodoh
kembali kepada kedunguanku
pandir yang tak mengerti apapun
bagai si pulan yang tolol
akhirnya semua tak kugubris
biarkan saja mengalir pantarie
aku tak mau mengais angin
aku tak ingin mendulang badai
aku tak berandai andai
hanya kedunguanku yang menapak
aku melangkah tak terencana
mengenal yang tak pernah kutahu
dari ketidak tahuanku
dari kebodohanku yang terus meraba
akupun tak mau bertanya lagi
kubiarkan pertanyaanku lenyap
hingga aku tak terbeban lagi
biarlah gurat gurat bumi yang berkata
nyanyian badai yang bercerita
desir angin yang berkisah
riak riak air terus berbicara
gemercikpun menyampaikan kabar
debur ombak membawa berita
denyut nadi,detak jantung selalu berbisik
getar getarpun merambat dengan gelombangnya
aku tak ingin tahu tentang kelayapnya
semakin aku ingin mengerti tentangnya
akupun semakin tidak tahu
oh biarlah ketidak tahuanku menjala
dan ketidak tahuanku,memberi tahu tentang segalanya
Kamis, 02 Juni 2016
PENGANGKATAN PELATIH/INSTRUKTUR MPSSGI CABANG INDRAMAYU JAWA BARAT
Acara Pengangkatan Pelatih/Instruktur
Ponggawa MPSSGI Indramayu Jawa Barat
Untuk memenuhi kebutuhan peatih atau instruktur,maka Pimpinan MPSSGI Indramayu Rubiyanto mengadakan seleksi terhadap anggota anggota yang memiliki comitmen dan dedekasi yang tinggi kepada MPSSGI,dan juga dilihat berbagai hal, seperti kadar kekuatan jizby yang tumbuh pada tubuh,wawasan tentang MPSSGI,memiliki kepekaan terhadap situasi situasi yang terjadi dan berkembang sesuai dengan kebutuhan.Seleksi yang dilakukan oleh Rubiyanto selaku Pimpinan MPSSGI Cabang Indramayu,atas restu dari Pembina Utama MPSSGI Pusat Lalu Husnul Yaqien Yuniansyah,telah berlangsung dengan penuh ketelitian,kecermatan dan kehati -hatian.sehingga dapat ditentukan orang orang yang cocok untuk dijadikan seorang pelatih atau istruktur yang dapat membantu dan membimbing kawan kawannya dalam memberdayakan potensi jizby yang ada pada tubuh ,agar menjadi lebih kuat dan dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.Acara pengangkatan Pelatih atau instruktur dilaksanakan dengan upacara adat yang disesuaikan daerah setempat.
Pengucapan janji pelatih disaksikan oleh anggota anggota,berlangsung di Pendopo MPSSGI Indramayu berlangsung hidmat dan penuh makna.Semoga dengan adanya pelatih pelatih dapat membantu pengembangan MPSSGI di Tanah Sunda khususnya dan Nusantara pada umumnya.
Keputusan Pempinan MPSSGI Indramayu atas restu Pembina Utama MPSSGI Pusat.adalah suatu hal yang sangat tepat,mengingat jumlah anggota yang semakin bertambah.Dengan semakin berkembangnya MPSSGI ,maka anggota anggotapun akan semakin banyak pula.Agar anggota anggota di dalam melaksanakan latihan dapat mengikuti dengan baik dan maksimal,harus memiliki fasilitas yang memadai,seperti tempat latihan,dan pelatih.
Sebagai Pembina Utama MPSSGI menyampaikan terima kasi yang sebesar besarnya kepada saudara Rubiyanto yang dengan tekad,usaha dan perjuangannya,sehingga MPSSGI Indramayu berkembang pesat seperti yang kita lihat saat ini.dan kepada sesepuh,anggota dan simpatisan MPSSGI Indramayu tidak lupa pula saya haturkan terima kasih,penghargaan yangsetinggi tingginya atas partisipasinya,semoga perjuangan,amal bakti yang telah diberikan mendapatkan ridho dari Alloh swt,Amin
MITOLOGI SINGANG PENJAGA HUTAN BAYAN
Masyarakat Sasak di Bayan percaya akan keberadaan hewan mitologis bernama singang.
Beberapa kalangan mengasosiasikan bahwa singang itu seperti singa.
Singang sangat dipercaya masyarakat Bayan sebagai pelindung kelestarian
dari Hutan Adat Bayan, yang merupakan satu dari 35 hutan adat di sekitar
Rinjani. Pemangku adat Bayan, Raden Geradip, mengatakan bahwa ada 6
singang yang melindungi hutan adat Bayan.
- Singanggila, Air terjun di Lombok Utara ini dipercaya dipercaya oleh warga Sasak ditunggui oleh singanggila yang akan menghancurkan siapa saja yang hendak atau bahkan ingin merusak hutan.
- Singangpako, adalah makhluk penunggu disekitar Rinjani yang akan melukai perusak hutan dengan cakar tajamnya.
- Singangpande, singang ini bertubuh kuat dan keras yang dapat menerjang para perusak hutan.
- Singangborot, singang yang dapat menurunkan hujan deras tanpa henti, jika terjadi aktivitas merusak hutan.
- Singangpekat, berkuasa menurunkan penyakit bagi para perusak hutan adat bayan. Pada tahun 1976, pernah ada perambah hutan yang terserang penyakit kulit ganas.
- Singangsambel, menerkam siapa saja yang merusak hutan.
Langganan:
Postingan (Atom)













