Senin, 13 Juni 2016
KIRANANYA HATI
KIRANANYA HATI
Purnama di pelataran jiwa
Sang Kamilah terang tak berhijab
nyata di pelupuk pandang
noktah noktah jamala terpapar
dari laksaan pesona takjub
tahayyur penuh keajaiban
oh Sang Asyadduhum Tahayyaron
kusaksikan Wajahmu dalam jalalah
ahsan dalam keindahan parama
terpukau aku dalam masgul
Sang Dithapun telah lenyap
sarwapun tak kulihat lagi
hanya KeagunganMu terlukis
shuratan keelokanMu tak terpungkiri
para malak dari jutaan cahaya
tak berbeda dan tak menyambung
tak bersatu namun tak dapat dipisahkan
kerlip dari binar yang tak terhingga
dari segala bahasa yang berpadu
suara suara kejujuran mengumandang
laduneapun bermunajad dengan isyarahnya
namun pekak telinga tak dapat mendengarnya
gaung gaung nyata terus bercerita
tentang mistry sahasa yang bermakna
semestapun tunduk dengan rotasinya
rahasia mukawwanah dengan autadnya
prana prana tak henti mengalir
berkisah dengan gelombangnya
Sang Ladunea mengambang tak terpungut
karena kejahilan yang melata
berlalu dalam dahry tak terbaca
tak tersebut oleh tertutupnya makrifah
sabda alam tak pernah sirna
beralun dengan bashirahnya
berlantun dengan muhatthabnya
Oh telah berlalu tanpa tereja
terlupakan begitu saja
tirai kasyafpun terlalu tebal
oleh debu debu keinginan
julang hasrat yang melampau
Sangkala tak pernah menyesal
hanya kerugian yang menjala
Sang Haqiqi sangatlah bendrang
tak memerlukan dalil dan burhan
Dan Semua telah terlewat karena kelalaian
hanya Kirananya hati yang tak pudar
yang telah terlepas dari qolabnya
wuqub yang tak goyah
jauh dari ego yang pluralistik
sepi segala pamrih yang menjala
hanya iradahnya yang menggulir
Dhalupun kan berganti Sang Kirana Makrifah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar